Selain efektif untuk pencegahan dan deteksi dini, skrining kanker perlu dilakukan karena berpotensi menyelamatkan hidup. Beberapa jenis kanker dapat diobati dengan efektif apabila terdeteksi secara dini. Skrining membantu melihat adanya jaringan yang abnormal dan tanda-tanda awal kanker meskipun gejala-gejala belum muncul.
Kapan skrining kanker perlu dilakukan?
Anda disarankan untuk melakukan skrining kanker apabila:
- Berusia lanjut
- Memiliki riwayat kanker dalam keluarga
- Memiliki riwayat mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan sering
- Memiliki riwayat infeksi hepatitis B, hepatitis C, dan HPV (Human Papilloma Virus)
- Memiliki riwayat merokok
- Bekerja atau sering kontak dengan bahan-bahan yang dapat memicu kanker
- Memiliki tanda-tanda gejala dini kanker, seperti:
- Penurunan napsu makan dalam jangka waktu lama sehingga menimbulkan penurunan berat badan
- Terdapat darah dalam feses
- Terdapat darah dalam urine
- Batuk kronis
- Rasa lelah berat yang bersifat kronis
- Demam terus menerus
- Benjolan di bagian tubuh (missal: di ketiak, lipat paha, payudara)
- Perubahan warna kulit
Beberapa Skrining Kanker yang Umum Dilakukan
- Mamografi
Pemeriksaan payudara yang dilakukan untuk skrining pertumbuhan abnormal atau tumor pada wanita yang dengan atau tanpa gejala dan tanda-tanda kanker payudara.
- Pemeriksaan Pap Smear dan HPV
Pap smear memeriksa apakah terdapat sel yang bersifat kanker atau abnormal pada serviks karena infeksi HPV dapat menjadi pemicu timbulnya kanker serviks
- Kolonoskopi
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi pertumbuhan abnormal pada usus besar, misalnya polip pada usus besar yang dapat berkembang menjadi kanker.
- USG transvaginal
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa ovarium (indung telur) dan uterus (rahim) sehingga dapat mendeteksi kanker ovarium dan kanker endometrium.
- PET Scan
PET scan adalah pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mendeteksi suatu penyakit tertentu di dalam tubuh dengan melihat fungsi jaringan atau organ. Sel kanker memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi ketimbang sel-sel tubuh yang normal. Aktivitas yang abnormal ini bisa dideteksi dengan pemindaian PET. Biasanya, jenis kanker yang bisa terdeteksi lewat tes pencitraan ini adalah kanker otak, kanker serviks, kanker kolorektal, kanker esofagus, kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker prostat, dan kanker tiroid.
- Biopsi
Biopsi adalah prosedur pengambilan sebagian kecil jaringan dari tubuh pasien untuk diperiksa menggunakan mikroskop. Melalui biopsi, dokter dapat mengetahui apakah seseorang mengalami kanker atau tidak, dan apakah suatu benjolan merupakan tumor ganas (kanker) atau tumor jinak.
- Tumor marker
Tumor marker adalah zat yang dapat ditemukan di dalam tubuh sebagai penanda adanya tumor atau kanker. Beberapa tumor marker yang umum diperiksa adalah:
- CEA
CEA merupakan zat penanda tumor yang digunakan dalam pemeriksaan beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar, kanker paru-paru, kanker lambung, kanker tiroid, kanker pankreas, kanker payudara, kanker kandung kemih, dan kanker ovarium.
- AFP (Alpha-fetoprotein)
AFP merupakan zat penanda tumor yang digunakan dalam pemeriksaan kanker hati, kanker ovarium, dan kanker testis.
- B2M (Beta 2-microglobulin)
B2M adalah zat penanda tumor yang digunakan dalam pemeriksaan kanker darah, multiple myeloma, dan limfoma.
- PSA (Prostate-specific antigen)
PSA merupakan zat penanda tumor yang sering digunakan dalam pemeriksaan kanker prostat. Akan tetapi, kadar PSA biasanya juga meningkat ketika adanya penyakit pembesaran prostat jinak (BPH).
- CA 125
CA 125 merupakan zat penanda tumor yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan perawatan yang dijalani pasien kanker ovarium. Pemeriksaan tumor marker ini juga berguna untuk mendeteksi apakah kanker ovarium muncul kembali setelah selesai pengobatan.
Silahkan lakukan pemeriksaan krining dengan dokter spesialis di Rumah Sakit Budi Medika. Anda bisa melihat jadwal selengkapnya di sini!